Game Of The Moment, Biar kaga berantakin topik sebelomnya
| Chain_Impact |
|
Dark Ace

Group: Members
Posts: 8.181
Member No.: 80
Joined: 13-March 07

|
Game of the moment: Animal Crossing: Wild World Genre: Life Simulation Platform: NDS Rating: Perfect... 100/100
ChainZ is here and currently i'm playing Animal Crossing: WW
Game ini sekilas mirip ama Sims dan tambahan sedikit unsur Harvest Moon dimana kita sebagai seseorang pendatang baru di sebuah kota (mnrt gw seh lebih pantes disebut desa), akan memulai menjalani hidup di desa ini. Mungkin di Sims kita mengatur kehidupan orang2 kita namun disini kita hanya bisa mengendalikan 1 karakter, tapi ada 4 karakter maksimum yang bisa dibuat dalam game ini....
Nah tujuan kita sebenarnya adalah menciptakan lingkungan yang nyaman di kota ini, tapi inget game ini ga ada kata tamat dan terus berlanjut... oh ampir lupa game ini real time sesuai dengan jam di DS anda jadi ada siang, sore, malam, pagi dalam game ini. Kita ga sendirian di game ini ada tetangga lain yang hidup di kota ini dan mereka semua adalah hewan... (ada burung, serigala, buaya, harimau, kucing, etc) tapi mereka semua seolah2 seperti manusia... :XD: dan kita bisa berinteraksi dengan mereka semua.
Disini kita bisa memancing ikan, menangkap serangga, menggali fosil untuk mendapatkan uang tapi bisa juga disumbangkan ke museum bwat dipertontonkan. Kita juga punya rumah sendiri dan kita bisa menatanya dengan barang2 yang kita beli atau temui, lucunya barang2 tersebut berupa daun yang klo ditaruh di rumah kita bisa berubah menjadi barang2 furniture (edan...) :XD:
Untuk Grafik game ini cukup bagus untuk ukuran NDS, Soundnya juga unik dan terkesan lucu terutama klo dalam hal percakapan...
Klo anda bisa menggunakan fasilitas wi-fi DS maka game ini support 100% fasilitas tsb, kita bisa datang ke kota orang lain ato menerima tamu dari luar ke kota kita, etc
INTInya dalam game ini kita harus bisa membuat kota yang bagus dan membuat orang lain (pemain game ini) iri dengan kerja keras yang kita lakukan...
Game ini uda keluar sejak tahun 2005 namun game ini maseh termasuk jajaran game yang maseh dimainkan sampai detik ini oleh gamer2 Gamefaqs... Trust me, bwat orang2 yang punya NDS tapi belom maen game ini mending NDSnya di buang aja... :XD:
|
|
|
| DRAMA queen |
|

Bow, peons.

Group: Admin
Posts: 15.070
Member No.: 1
Joined: 30-December 03

|
Game of the Moment: Patapon Genre: Platformer Platform: PSP Rating: 95/100
PATA PATA PATA PON!
Patapon, what I think is one of the most unique games to ever grace the PSP. Di game ini, kita ngambil peran jadi seorang dewa (yes, you read right) yang memimpin sejumlah bola mata yang berkaki dan bertangan (yes, you read right) untuk mencari "itu" di ujung dunia. Tapi ternyata walopun bola mata-bola mata yang hina itu punya dewa sehebat kita, menemukan "itu" ternyata ga semudah yang dikira, karena petualangan funky kita itu dihadang oleh berbagai macam musuh, monster, ...dan sense of beat serta timing yang bagus.
Game Patapon ini dibagi jadi puluhan stage, dan tiap stage itu objective yang dikasih ke kita itu berbeda-beda. Tapi yang membuat game ini unik itu adalah cara kita ngontrol bola mata-bola mata itu, dengan ritme LAGU. Tapi bukan berarti Patapon itu kaya DDR, tapi Patapon itu bisa dibilang kombinasi dari game rhythm, strategy, dan RPG. Tiap tombol yang ada di PSP itu mewakili 1 suara, dan tiap lagu itu terdiri dari kombinasi yang berbeda-beda dan perintah yang berbeda-beda juga. Tapi setiap lagu yang kita pake buat ngontrol mereka itu semuanya terdiri dari 8 beat, 4 beat dari tombol PSP kita dan 4 beat itu diulang sama mereka. Dan kalo kita bisa combo-in lagu kita tanpa terputus sampe 10 atau perfect terus-terusan, nanti akan muncul yang namanya "Fever Mode". Waktu di dalem Fever Mode, lagunya akan berobah jadi lebih energic dan issue attack yang kita kasih ke Patapon kita juga akan menghasilkan damage yang lebih gede. Tapi hati-hati, kalo salah masukin kombinasi lagu waktu di dalem Fever Mode, kita bakal balik lagi ke mode biasa dengan attack dan defense yang juga biasa. Akah.
Tapi ga cuma itu aja, di dalem Patapon itu banyak mini-games yang sebenernya lumayan vital dan punya impact yang gede buat game-nya itu sendiri. Waktu kita mulai new game, Patapon (a.k.a bola mata anak buah kita) yang kita punya itu Patapon biasa yang warnanya putih dan status mereka juga biasa-biasa aja. Tapi kalo kita maenin mini-games, kita bisa dapet material-material baru untuk membuat Patapon yang baru. Semakin langka material yang kita pake, semakin bagus juga Patapon yang akan dihasilin and that's a big help, karena semakin jauh kita maen, stage-stage dan boss-nya makin hina. Tapi mini-games yang ada itu semuanya musti kita unlock sendiri dengan mencari 'topi' dari para Patapon legendaris, dan rata-rata semuanya itu kita dapet dari sidequest atau boss. Dan sesuai tema game ini, semua mini-game yang ada di Patapon itu juga berhubungan dengan lagu dan beat. Akiad.
Dan ngomongin soal bikin Patapon, Patapon-Patapon yang ada pun ga cuma 1 jenis dan untuk bikin tiap jenis Patapon yang berbeda, kita perlu material yang berbeda juga. Total jenis Patapon yang akan kita dapet di game ini ada 7 macem, dan semuanya punya fungsi mereka masing-masing. Ada Patapon yang bawa kapak/pedang dan attack dari jarak dekat, ada Patapon yang bawa tombak, ada Patapon yang bawa panah, ada Patapon cavalry yang naek kuda (bola mata naek kuda, mengerikan sekali, bukan?), ada Patapon yang kakinya panjang, pake bell bottom, dan attack pake saxophone, de el el. Setiap kita masuk ke 1 stage, kita bisa bawa 3 kombinasi jenis Patapon. So it's really a matter of playing style.
Stage-stage yang ada itu bener-bener bervariasi. Ada stage biasa yang harus kita maenin untuk majuin ceritanya, ada hunting stage yang bisa kita maenin berkali-kali untuk ngumpulin material dan duit buat bikin Patapon baru, dan ada juga Boss stage yang juga bisa dimaenin berulang kali. Boss-boss di Patapon itu semuanya level 1, dan setiap kita bunuh mereka, mereka naik level dan tambah kuat. Tapi dengan semakin kuatnya mereka, item-item yang di-drop sama mereka juga makin bagus waktu kita bunuh mereka lagi.
Presentasi game Patapon sendiri juga bagus. Karena game Patapon ini 90% berhubungan sama lagu, tentu saja lagu-lagu yang ada di game ini juga bagus-bagus, catchy, dan bener-bener pas sama atmosphere game-nya. Lagu-lagu Fever Mode definitely give me the kick. Grafiknya juga bagus; walopun 2D tapi grafiknya simpel, bersih, unik, cute, dan kreatif. Tapi bukan artinya game ini ga punya kekurangan, satu hal yang paling bikin gw sebel dari game ini adalah fakta bahwa game ini ga punya feature 'pause'. Jadi kalo lo udah maenin 1 stage, lo musti maenin terus sampe abis dan ga bisa berenti di tengah-tengah. Kalo lo tinggal bentar aja, combo lo bakal putus dan bola mata-bola mata hina itu bisa terbunuh semua. Yang kedua, kadang-kadang gw merasa gameplay-nya jadi agak repetitive (terutama kalo lo maen ulang) dan item drop dari boss itu suka nyebelin. Item yang di-drop dari boss itu completely random, jadi kadang-kadang gw suka dibikin sebel kalo gw udah susah-susah bunuh boss level 15 dan tau-tau dia cuma drop batang pohon. Sebel ga sehhhhhh.. :super: (akah)
All in all, menurut gw Patapon itu game yang bagus and it's a welcome change from all the bad PSP game lately. So unless you're terribly BAD with rhythm, you can't go wrong with this game. :ide:
PON PON PATA PON!
|
|
|
| Bomon |
|

Lobak Platinum

Group: RSF
Posts: 1.639
Member No.: 28
Joined: 21-November 04

|
Game of the Moment : Valhalla Knights Genre : Dungeon-Strolling RPG Platform : PSP Score : 80/100
IGN gave it 5.3 Gamespot gave it 5.4 BUT the players gave it A-
Secara sekilas, game tipe-tipe Dungeon Strolling ini, pasti udah agak-agak dikenal sama banyak gamer. Ambil contoh, Chocobo Dungeon, Azure Dreams, Vagrant Story. Seminimal-minimalnya, gamer at least pasti tau yang namanya Chocobo Dungeon
Hal ini juga gak jauh berbeda dgn Valhalla Knights, Game ini bercerita tentang seorang yang kehilangan ingatannya, dan dia tersadar di kota bernama Paladi, dan dia dibimbing sm seseorg yg misterius buat mencari tau siapa dia sebenernya. Cerita yang simple bukan? yes, and gw gak becanda, ceritanya memang SANGAT simple, even it's waa--y TOO SIMPLE to be called an RPG.
Sistem yang digunain disini mirip kayak sistem MMORPG, dimana dr awal, kita udah nentuin sendiri character kita. Pertama mulai, kita disuru nge-customize character kita (sayangnya, it is limited to human-only), mulai dari Gender, Name, Job, and Status. Abis itu, the adventure begins. Kita boleh mau ngapa-ngapain aja di kota, mau save, beli senjata ngomong-ngomong sama orang and Including nambah party member. Disinilah main feature dari Valhalla Knights comes to play.
Penambahan party member di Valhalla Knights adalah dengan membuat character baru lagi. We can fully customize our new character, selecting their : - Race (Human, Elf, Halfling, Dwarf), - Name, - Job (Fighter, Mage, Priest, Thief, later Ninja, Samurai, Anchor, and Knight) - Status (make your own fave. build) - and later, you can add their SubJobs.
Setelah puas dgn character baru kita, skrg waktunya pergi ke Dungeon pertama, dan seperti Dungeon_Strolling pd umumnya, disini kita gak dikasi full map dari dungeon tsb, karena justru kita yang akan melengkapi map itu dgn jalan dr dungeon tsb ujung ke ujung. Sistem Battle dari game ini adalah Real-Time action (mirip bgt sm Star Ocean, ato Tales series) dimana kita cuma bs ngontrol 1 character, and everyone else is handled by AI. AI nya bisa kita control behaviour nya dan secara total sih, AInya jg tergolong not bad.
the Real PROS (+) of this game is the Full-Customization of your own party. Mau bikin party isinya Mage smua bisa, mau isinya Archer smua bisa, bahkan kl mau, Priest smua jg bisa. But, yes, every game has it's own CONS (-) :wak: . Menurut gw, inilah beberapa CONS :
1. A fully GRINDFEST game a.k.a ajang naikin level hardcore.
salah satu major disappointment dr game ini, yaitu EXP nya yang Suerreetnya bookk.. minta digaplokk. *akah*, and really, im not joking, bahkan hanya dengan 2 character, untuk naikin level dari 1 ke 2 itu bisa sampe setengah jem. dr level 1 ke 2 itu 560 exp, dan 1 battle, bisa dapet skitar 30 exp. And later it will keep getting nastier. Abis dari lvl 2, untuk ke 3 , perjuangannya LEBIH berat lagi. EXP yang dibutuhkan skitar 800 DENGAN penurunan exp pd battle yang sama hampir sepertiganya. Add that to 6-party persons, and BAM! 1 exp per battle. Nice. :wak:
2. A Real-Miniscule storyline presentation.
betul skali, kenapa alesan gw bilang di awal-awal, storynya terlalu simple, because it really is. Walopun ada, itupun pasti cuman sedikit banget, tanpa penjelasan kenapa begini dan begitu, tanpa komplikasi cerita. Makanya gw masukin ini ke Dungeon-Strolling, coz that's what pure dungeon-strolling should be about.
3. Repetitiveness
GRINDFEST + Almost no Story + Dungeon-after-Dungeon = Repetitive!
ya, lama kelamaan game ini bakal kerasa sangat reptitive, karena kerjaan yg kita lakukan memang cuma itu (walopun ada sidequest sdikit). Tapi all in all, selaen maju dari dungeon ke dungeon to advance the story, there's nothing much else to do.
Conclusion :
buat gw, yang memang demen game dengan Full-Customization, gw suka sama game ini. it's like playing Dungeon & Dragons and old-school Dungeon-Stroller laennya, yang ngasi kebebasan buat kita mau ngapain. Tapi kalo anda-anda semuah mau maen game RPG yang story-driven, I don't recommend this one. it's a pure repetitiveness, nuff said. ^_^
This post has been edited by Bomon on Oct 6 2008, 01:27 AM
|
|
|
| axios |
|
Lobak Platinum

Group: Members
Posts: 1.776
Member No.: 265
Joined: 19-December 08

|
Game of the moment : Dota, CS, Battle Realms reason : karena itulah game2 yg ane2 yg bisa menyita byk wkt gw,,,,,,,,,hoho, gamerz 4ever :super:
|
|
|
| DRAMA queen |
|

Bow, peons.

Group: Admin
Posts: 15.070
Member No.: 1
Joined: 30-December 03

|
Game of the Moment: Lost Odyssey Genre: Turn-based RPG Platform: XBOX 360 Rating: 85/100
Lost Odyssey ngikutin ceritanya Kaim, a brooding mercenary dengan suara berat yang sexy (ehem). Sepanjang hidupnya, Kaim cuma inget pergi dari satu medan perang ke medan perang lainnya. The only catch is, he is immortal. Kaim (dengan suara seksinya) udah hidup selama 1000 tahun, dan ga peduli apapun yang terjadi, dia ga bisa mati. Kaim sendiri ga tau kenapa dia ga bisa meninggal, dia juga ga inget apa aja yang udah dia lalui selama 1000 taun ini, dia ga tau tujuan dia itu apa, dan itulah yang kita—sebagai pemain—akan bantu Kaim cari tau.
Lost Odyssey ngambil tempat di dunia fantasi (bukan di Ancol tapih), di tengah-tengah 2 revolusi, revolusi politik dan revolusi magic. Kaya formula RPG di dunia begituh pada umumnya, tempat-tempat yang kita kunjungi juga ga jauh-jauh dari tempat cliche model goa, hutan, dan gunung. Tapi selaen itu, ada juga dungeon yang ngambil tempat di area yang jarang dipake, misalnya di tepi pantai (serasa Bali, akah) atau di dalem mansion yang ada setannya (hiyy, jadi game horror). Tapi walopun tempat-tempatnya banyak yang kerasa cliche dan terlalu sering dipake, Lost Oddysey saves them all with beautiful graphic. Visual design Lost Odyssey itu bagus dan super detail, sampai-sampai gaya Kaim sewaktu jalan di tempat yang anginnya kenceng atau di dalem air yang sepinggang itu keliatan realistis dan banyak bedanya. Dan di dalem battle, skill yang sama dipake sama karakter yang beda juga hasilin gaya yang beda juga. Kalo ada 1 hal yang bisa gw bilang soal visual designers game ini, they're certainly not lazy.
Cerita Lost Oddysey secara garis besar juga biasa-biasa aja, tapi surprisingly, kekurangan ini ga berpengaruh banyak karena game ini emang lebih fokus ke character development. Diliat sekilas, gw rasa banyak yang nganggep kalo si Kaim ini model karakter emo yang cuek macam Squall (FFVIII), tapi seiring dengan kita maen, ketemu karakter-karakter baru—baik yang blom pernah ketemu ma Kaim sebelomnya atau orang-orang yang hidupnya pernah bersentuhan ma Kaim selama 1000 taun itu—kita akan makin sadar kalo there's more to Kaim then meet the eyes. Dan bukan cuma Kaim doang, karakter-karakter lain yang nemenin Kaim dalam perjalanan dia itu juga ga kalah menariknya, baik dari segi kepribadian mereka maupun development yang terjadi selama di dalem game. Karakter-karakter di dalem game are mostly likeable, but all of them charming. Mereka bisa bikin kita invested sama mereka, bener-bener peduli karena emang kita suka sama mereka, dan gw juga bener-bener nangis waktu ada cutscene karakter yang menyayat hati. Anjrit. *pukul-pukul tanah*
Kalo diliat gameplay-nya, Lost Odyssey itu masih make sebagian besar elemen dari turn-based RPG pada umumnya, tapi dengan perubahan di sana sini. Beberapa ga gitu noticeable, tapi kalo dipake secara bener bisa menghasilkan alur battle yang berbeda. Salah satu yang paling mencolok itu adanya "level cap". Kalo di RPG pada umumnya ngasih kebebasan buat pemain buat "power level" (naekin level gila-gilaan), di game ini ga bisa. Tiap area di game ini punya batas level, di mana abis kita sampe di level tersebut, tiap battle abis itu cuma ngasih 1 EXP per battle. Kalo menurut gw sih ini bukan hal yang buruk, karena dengan begitu kita ga bisa asal-asalan bunuh boss dengan kekuatan level semata, kita musti bener-bener mikir dan make skill yang kita punya secara maksimal plus nyusun strategi, karena boss-boss di game ini terkenal kejam sadis seperti ibu tiri. *ludahi boss ke-2* Trus hal yang menarik juga dari game ini, mereka make istilah "immortal" secara harafiah dan benar adanya (akah). Kalo ada mortal kita yang HP-nya abis sewaktu battle, kalo ga kita revive kembali itu mereka bakal tetep tergeletak di sono ga gerak lagi, tapi beda halnya ma immortals, kalo mereka HP-nya abis dan ga kita revive selama 2-3 turn, mereka otomatis bisa bangun lagi. Lutchu ga sehhh?? (AKAH)
Tapi dari semua hal-hal yang unik yang ada di game ini, hal yang paling menarik menurut gw adalah system Dreams. Kaim dan beberapa immortals lainnya udah idup selama 1000 taun, dan di dalem rentang waktu itu banyak hal yang udah mereka lalui tapi mereka lupakan, dan di dalam perjalanan mereka kali ini, mereka bisa unlock "mimpi-mimpi" itu dari dalem ingatan mereka. Biasa "mimpi-mimpi" ini bisa kita unlock secara otomatis dengan ngeliat scene ato kita cari secara aktif dengan cara ngomong sama orang-orang tertentu. "Mimpi-mimpi" ini isinya cuma teks, dan dipresentasiin kaya cerpen di slideshow PowerPoint (akah). Emang kedengerannya ga penting dan ga GAWUL, tapi justru mimpi-mimpi ini elemen penting dalem game karena membantu kita lebih mengerti immortals kita, apa aja yang udah mereka lalui dan apa aja yang udah mereka liat. Dan pada akhirnya, kita juga bisa makin simpatik ma mereka. And it helps that these short stories were so well written, cerpen-cerpen ini ditulis sama seorang penulis cerpen Jepang yang konon katanya tersohor, dan bener-bener keliatan dari kualitas ceritanya plus kemampuan beberapa "mimpi" ini membuat mata gw berkaca-kaca dan terisak lebay. Uhuk.
All in all, walopun banyak elemen cliche yang dipake kembali, tweak yang diaplikasiin itu membantu game ini jadi ga ngebosenin, plus karakter-karakter yang gampang disayang dan "mimpi-mimpi" yang mengaduk batin dan perasaan ini bikin Lost Odyssey jadi sebuah RPG yang solid. Two thumbs up. :ide:
|
|
|
| sao_sin |
|
Lobak Mall

Group: Members
Posts: 41
Member No.: 291
Joined: 16-August 09

|
Game of The Moment: Left 4 Dead Genre: Action, Horror Platform: XBOX 360 n PC Rating:
ni game seru sih, demen gue maennya.. blood and gore gtu.. bahh.. i'm addicted dude.. hha.. lagi nunggu L4D 2 kluar juga ni :yey:
jadi tuh ada 4 survivors , mreka mesti survive, dari zombie maniac ituuuu..hha,. para horde, game ini juga sama persis kaya CS, soalnya, developernya sama.. valve juga.. ga tau gimana kota itu kena infeksi zombie, pas maen langsung 2 weeks after infection sih.. jadi.. yaa, masih blm jelas knapa.. buadd yg punya xbox 360 n PC boleh coba ni game,, seru abiss...
|
|
|
| DRAMA queen |
|

Bow, peons.

Group: Admin
Posts: 15.070
Member No.: 1
Joined: 30-December 03

|
Game of the Moment: Borderlands Genre: RPS (Role-Playing Shooter) Platform: XBOX 360 Rating: 80/100
I'm not a fan of FPS. Dari zaman baheula di mana Soeharto masih bujangan (eaaa, udah lahir ya), eqe ga pernah sudi menjamah-jamah yang namanya game first-person shooter. Tapi keputusan gw main Borderlands mungkin keputusan beresiko yang paling ga gw sesali. :ide:
Singkat kata, Borderlands itu bukan game FPS murni, tapi gabungan dari genre game paporit gw (RPG) dan FPS yang menghasilkan anak RPS, aka Role-Playing Shooter. Game ini sebagian besar masih keliatan kaya FPS (first person POV, cuma keliatan tangan dan senjata, de el el), tetapi ada sebagian elemen-elemen RPG yang dimasukin, misalnya ada EXP, level, skill tree, quests, de es be.
Cerita Borderland simpel, bertempat di planet yang namanya Pandora, dan ceritain tentang 4 karakter masing-masing dengan penampilan, ability, plus backstory yang berbeda. Mereka semua punya tujuan yang sama, untuk mencari Vault yang konon katanya penuh dengan harta, wanita, dan teknologi alien. Player dibebasin buat milih karakter yang mau mereka pake, Brick the Berserker, Lilith the Siren, Mordecai the Hunter, atau Roland the Soldier.
Tapi yang paling unik dari Borderlands dan yang paling ngebedain game ini sama game shooting laen (apalagi menurut anak desain macam saya, ehem) adalah grafiknya, grafik Borderlands bisa dibilang unik banget, fusion dari cel-shading dan 3D yang hasilnya agak realistis tapi juga agak cartoony. Hm, penjelasan yang aneh memang.
Tapi all in all, Borderlands itu game yang fast-paced dan enjoyable, buat fansnya FPS maupun fansnya RPG. :ide:
Baidewei ada yang main ini di XBL? Ayo sini main sama kakak (alah). :ide:
|
|
|
Track this topic
Receive email notification when a reply has been made to this topic and you are not active on the board.
Subscribe to this forum
Receive email notification when a new topic is posted in this forum and you are not active on the board.
Download / Print this Topic
Download this topic in different formats or view a printer friendly version.
|