| · :: Komuniti JalinanMesra :: · Portal |
Help
Search
Members
Calendar
|
| Welcome Guest ( Log In | Register ) | Resend Validation Email |
| Welcome to Jalinanmesra. We hope you enjoy your visit. You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free. Join our community! If you're already a member please log in to your account to access all of our features: |
![]() ![]() |
| tinta_hati |
|
|
:: Sahabat Junior :: Group: Ahli Posts: 19 Member No.: 54 Joined: 5-April 04 |
Ambillah iktibar dari cerita ini......
Seorang Guru taman kanak-kanak telah mengadakan satu "permainan". Si Guru telah menyuruh tiap-tiap anak muridnya membawa satu kantong plastik transparen bersama dengan beberapa buah kentang. Kentang-kentang tersebut akan di beri nama berdasarkan nama orang-orang yang dibenci, jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa...tergantung jumlah orang-orang yang dibenci. Pada hari yang tersebut masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Sepertimana perintah si guru mereka, tiap-tiap kentang di beri nama dengan nama-nama orang yang dibenci. Seterusnya murid-murid dikehendaki membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1minggu. Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat dan baunya juga tidak menyenangkan. Setelah satu minggu murid-murid tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir. Si Guru bertanya: " Bagaimana rasanya membawa kentang2 tersebut selama 1 minggu ?" Keluarlah keluhan dan rungutan dari murid-murid tersebut, secara umumnya semua tidak senang dan selesa ketika membawa kentang-kentang busuk tersebut terutamanya ke mana sahaja mereka pergi. Si Guru pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka jalankan. Si Guru berkata : " Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak dapat memaafkan orang lain. Busuk dan tidak menyenangkan kerana membawa kentang busuk tersebut kemana saja kita pergi. Itu baru hanya satu minggu. Bagaimana jika kita membawa (kentang2 busuk) kebencian itu seumur hidup ? Alangkah tidak menyenangkan dan tersiksanyer ..." Moral of the story : barang sesiapa yg ada kebencian terhadap orang lain tu, eloklah dibuangkan dari hati masing2 supaya kita tidak menanggung dosa -------------------- ~*..:: keabadian inspirasi memahkotakan impian ::..*~
|
![]() |
![]() ![]() |